by

Matthijs De Ligt: Dulu Aku Seorang Gelandang dan Tak Mau Jadi Bek

Matthijs de Ligt rupanya tak mengawali karier sebagai bek. Pemain Juventus itu sempat berposisi sebagai gelandang serang.

De Ligt gabung akademi Ajax pada 2008 saat masih berusia 9 tahun. Setelah menembus tim utama Ajax pada 2016, De Ligt makin dikenal sebagai bek andal.

Berkat performanya yang impresif, De Ligt digaet Juventus pada musim panas lalu senilai 85 juta euro. Meski baru berusia 20 tahun, De Ligt sudah dapat kepercayaan untuk jadi tandem Leonardo Bonucci atau Giorgio Chiellini di Juventus, serta Virgil van Dijk di timnas Belanda.

Baca juga: Sebulan Lebih, Paulo Dybala Belum Sembuh dari COVID-19

Namun siapa sangka kalau De Ligt awalnya enggan jadi pemain belakang. Dia sempat bermain sebagai gelandang serang sampai usianya 15 tahun.

“Aku dulu banyak main di lapangan tengah, mencetak gol, membuat assist, dan tiba-tiba mereka bilang akan lebih baik buat karierku kalau aku memundurkan posisiku, ke bek tengah,” ujar De Ligt kepada Champions Journal seperti dilansir Football Italia.

“Awalnya aku berpikir, ‘aku tidak suka jadi bek’, tapi sekarang aku mulai menyadari kalau cara aku mengembangkan diri sebagai gelandang itu membantu. Jadi aku senang kalau ini adalah perkembangan yang harus aku lewati.”

“Sejak kemunculan Barcelona, tim tiki-taka, semua orang ingin main dari belakang. Dan kalau mau membangun permainan dari belakang, Anda butuh bek yang bagus dengan bola. Itulah kenapa kemampuan teknik benar-benar penting dalam peranku,” ucapnya.

Baca juga: Presiden Juventus Ingin Buffon Tetap di Turin

News Feed