by

Ini 7 Penyebab Perut Buncit dan Cara Mengatasinya

Perut buncit merupakan salah satu faktor risiko berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes hingga masalah kardiovaskular. Kondisi ini menunjukkan adanya lemak berlebih di dalam perut atau visceral fat.

Ada banyak faktor yang menyebabkan penumpukan lemak di area perut. Berikut beberapa di antaranya seperti dikutip dari Medical News Today:

Baca juga: Kacamata Berembun Saat Pakai Masker, Coba 4 Tips Ini

  1. Diet yang buruk
    Seseorang yang banyak mengonsumsi gula, makanan berlemak, dan karbohidrat sederhana punya risiko lebih besar untuk punya perut membuncit. Lebih disarankan untuk memperbanyak asupan serat sebagai penyeimbang.
  2. Minum alkohol
    Terlalu banyak mengonsumsi alkohol berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit hati dan radang. Alkohol juga memicu obesitas sentral, yakni gemuk hanya di area perut.
  3. Kurang olahraga
    Ketika asupan kalori tidak sebanding dengan aktivitas fisik, maka akan terjadi penumpukan sumber energi dalam bentuk lemak. Termasuk di area perut. Cara mengatasinya, adalah dengan memperbanyak aktivitas fisik dan olahraga.
  4. Stres
    Ada dua kemungkinan yang terjadi saat seseorang mengalami stres. Pertama, orang tersebut jadi banyak makan manis dan berlemak untuk meredakan stres. Kedua, sistem metabolisme terpengaruh oleh aktivitas hormon stres yakni kostisol. Dua-duanya bisa menyebabkan kegemukan.

Kelola stres sebaik mungkin untuk meminimalkan dampaknya.

Baca juga: Update Terkini Penelitian 9 Obat Corona yang Menjadi Harapan Dunia

  1. Genetik
    Ada sejumlah bukti ilmiah bahwa gen berperan dalam peningkatan risiko obesitas. Hal yang sama juga berlaku pada risiko penyakit kronis.
  2. Kurang tidur
    Sebuah penelitian di Journal of Clinical Sleep Medicine mengaitkan durasi tidur dengan berat badan. Kualitas maupun durasi tidur sama-sama berperan dalam mengontrol lemak tubuh. Seseorang yang kurang tidur juga cenderung punya pola makan tidak sehat.
  3. Merokok
    Tidak ada kaitan langsung antara rokok dengan obesitas, tetapi berbagai penelitian menyebut rokok sebagai faktor risiko obesitas. Seorang perokok lebih punya risiko untuk gemuk di area perut.

Baca juga: Indonesia Catat Kasus Virus Corona Tertinggi di ASEAN

News Feed